Dalam operasional facility management seperti yang dijalankan oleh MultiClean Indonesia, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat adalah kompetensi non-negosiasi. Kebakaran di gedung perkantoran dapat terjadi kapan saja, dan efektivitas pemadaman awal sangat bergantung pada seberapa mahir petugas menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Dua kunci utama dalam penanggulangan ini adalah penguasaan Teknik PASS dan Manajemen Sisa Pemadaman agar area kerja kembali aman dan bersih.
Apa Itu Teknik PASS?
Teknik PASS adalah standar internasional yang dirancang agar siapa pun dapat mengingat langkah-langkah penggunaan APAR dengan cepat di bawah tekanan mental saat melihat api. Bagi tim security dan cleaning, empat langkah ini harus menjadi refleks:
- P – Pull (Tarik Pin Pengaman)
Langkah pertama adalah menarik pin pengaman yang biasanya berbentuk cincin di bagian atas APAR. Pin ini berfungsi mencegah tuas tertekan secara tidak sengaja. Jangan menekan tuas saat menarik pin, karena tekanan pada tuas akan menjepit pin sehingga sulit dilepas.
- A – Aim (Arahkan Nozzle)
Banyak orang secara insting mengarahkan semprotan ke lidah api yang menjulang. Ini adalah kesalahan besar. Anda harus mengarahkan nozzle atau ujung selang ke pangkal api (dasar sumber api). Tujuannya untuk memutus suplai oksigen dan menyelimuti bahan bakar yang terbakar agar api benar-benar padam.
- S – Squeeze (Tekan Tuas)
Tekan tuas (handle) secara perlahan namun mantap untuk mengeluarkan agen pemadam (seperti powder, CO2, atau foam). Menjadi catatan pastikan Anda sudah berada pada jarak aman (sekitar 2–3 meter) sebelum menekan tuas.
- S – Sweep (Sapukan dari Sisi ke Sisi)
Gerakkan selang dengan gerakan menyapu ke kiri dan ke kanan secara merata di pangkal api. Lakukan terus hingga api benar-benar padam sepenuhnya.
Langkah Setelah Api Padam
Setelah api berhasil dipadamkan, tugas tim fasilitas belum selesai. Sisa bahan pemadam (terutama dry chemical powder) jika tidak dikelola dengan benar dapat merusak aset kantor seperti komputer dan instalasi listrik.
Setelah api padam, jangan langsung meninggalkan lokasi. Tetap amati titik api selama beberapa menit. Terkadang, suhu yang masih sangat panas pada material kayu atau kabel dapat memicu api menyala kembali secara mendadak.
Pentingnya Pelatihan Rutin bagi Tim Fasilitas
Bagi MultiClean Indonesia dan para pekerja di sektor jasa profesional, pengetahuan teori saja tidak cukup. Dibutuhkan pelatihan rutin agar petugas tidak panik saat melihat api, terlatih koordinasi antara tim keamanan dan kebersihan agar dapat berjalan mulus, dan agar alat pemadam selalu dalam kondisi siap pakai (perawatan preventif).
Penguasaan teknik PASS bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi tentang meminimalisir risiko cedera dan kerusakan aset gedung. Dengan respons yang cepat dan penanganan sisa pemadaman yang tepat, keberlangsungan bisnis (business continuity) di gedung perkantoran dapat tetap terjaga meski terjadi insiden darurat. Lindungi Gedung Anda, Lindungi Rekan Kerja Anda.


