Bagi tim cleaning service dan perawatan gedung seperti tim MultiClean Indonesia, tugas belum selesai saat api padam. Justru, tantangan baru muncul setelah petugas pemadam kebakaran atau tim security meletakkan tabung APAR mereka, yaitu Residu.
Banyak yang tidak menyadari bahwa sisa bahan kimia dari alat pemadam api ringan (APAR) jika tidak ditangani dengan teknik yang benar, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada aset gedung, mulai dari korosi logam hingga kerusakan sirkuit elektronik sensitif.
Berikut adalah panduan profesional mengenai cara menangani berbagai jenis residu APAR di lingkungan perkantoran:
- Residu Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia)
Ini adalah jenis residu yang paling menantang. Serbuk ini bersifat korosif terhadap logam dan dapat merusak perangkat elektronik jika dibiarkan terlalu lama. Tantangannya, serbuknya sangat halus dan mudah menyebar ke dalam sistem ventilasi atau celah-celah kecil keyboard dan CPU.
Cara Penanganan:
Gunakan Vakum Filter HEPA. Jangan menyapu dengan sapu biasa karena akan membuat debu kimia beterbangan. Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk menangkap partikel halus.
Pembersihan Basah. Setelah disedot, bersihkan permukaan dengan campuran air dan deterjen netral atau alkohol isopropil untuk menetralisir sisa bahan kimia. Jangan gunakan air secara berlebih. Terutama pada area yang dekat dengan instalasi listrik, gunakan kain lembap (bukan basah kuyup).
- Residu Foam (Busa)
Busa biasanya meninggalkan sisa cairan yang lengket dan dapat merusak karpet atau material kayu jika meresap. Tantangannya jika dibiarkan mengering, busa akan meninggalkan noda permanen dan dapat merusak pelapis lantai (coating).
Cara Penanganan:
Segera sedot menggunakan wet vacuum cleaner untuk menyerap cairan busa sebanyak mungkin sebelum meresap ke dalam serat karpet atau sela lantai kayu. Lalu bilas dengan air bersih. Lap area tersebut dengan kain yang dibasahi air bersih untuk menghilangkan sisa deterjen dari busa.
Selanjutnya gunakan air mover atau kipas angin industri agar area tersebut benar-benar kering untuk mencegah timbulnya jamur.
- Residu Carbon Dioxide (CO2) & Clean Agent
APAR jenis CO2 dan Clean Agent (seperti FM-200) tidak meninggalkan residu fisik sama sekali. Tantangannya, meski tidak ada residu padat, gas ini menggantikan oksigen di dalam ruangan, yang bisa berbahaya bagi petugas kebersihan yang masuk terlalu cepat.
Cara Penanganan:
Ventilasi harus terbuka maksimal. Pastikan jendela dibuka lebar dan sistem pembuangan udara (exhaust) dinyalakan selama minimal 30 menit sebelum tim cleaning masuk untuk melakukan pembersihan jelaga atau debu sisa kebakaran lainnya. Karena tidak ada residu APAR, tim bisa langsung fokus membersihkan jelaga (asap hitam) yang menempel pada dinding atau plafon.
Sebelum memulai proses pembersihan residu, pastikan tim Anda mematuhi standar keselamatan seperti menggunakan APD lengkap. Tim wajib menggunakan masker (minimal N95) untuk menghindari hirupan serbuk kimia, sarung tangan karet, dan pelindung mata.
Sebelum membersihkan area yang terkena semprotan APAR, pastikan teknisi gedung sudah memutus aliran listrik untuk menghindari korsleting saat pembersihan basah dilakukan. Dan, jika residu mengenai ruang server atau perangkat komputer, jangan melakukan pembersihan mandiri tanpa pengawasan tim IT agar tidak merusak data atau komponen hardware.
Kecepatan dan ketepatan dalam menangani residu APAR adalah kunci untuk menjaga usia pakai aset gedung. Bagi tim MultiClean Indonesia, penguasaan teknik ini menunjukkan profesionalisme tingkat tinggi yang tidak hanya sekadar “membersihkan”, tetapi juga “merawat dan melindungi” investasi klien.


