Movement Bersih-bersih Sampah di Indonesia, Ramai Diinisiasi Kaum Muda

Persoalan sampah bukanlah perkara sederhana. Banyak sekali efek negatif yang timbul pada berbagai aspek dari sampah yang tidak terkelola dengan baik, mulai dari aspek kerusakan lingkungan, sebaran penyakit, hingga ekonomi. Di Indonesia mulai banyak kelompok yang peduli dengan sampah dan melakukan berbagai gerakan-gerakan pembersihan tumpukan-tumpukan sampah di berbagai daerah.

Gerakan bersih-bersih sampah ini ada yang dilakukan di sungai, kali, selokan, hingga pantai. Adanya gerakan ini tidak terlepas dari kotornya lingkungan akibat limbah sampah yang menumpuk dan tidak kunjung mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Yuk kita intip siapa saja inisiator gerakan bersih-bersih sampah yang viral di tanah air. Viralnya gerakan bersih sampah tidak terlepas dari peran media sosial yang memberitakan informasi tersebut ke seluruh penjuru.

MultiClean Indonesia sangat support dengan kesadaran penuh masyarakat dan pemuda untuk menggerakkan bersih-bersih sampah, karena MultiClean Indonesia juga memiliki core business pada jasa cleaning dan gerakan ini tentu saja sejalan dengan visi perusahaan yang harus didukung penuh. Sehingga dapat mewujudkan lingkungan Indonesia yang bersih terawat dengan sampah yang terkelola dengan baik.

Pandawara Group

Nama Pandawara Group seringkali menjadi perbincangan dan trending topik di sosial media berkat aksi-aksi heroiknya dalam membersihkan sampah. Pandawara sering membagikan dokumentasi kegiatannya di kanal Youtube Pandawara Group dan sosial media TikTok serta Instagram.

Beranggotakan lima orang pemuda, yaitu Ikhsan Destian, Gilang Rahma, Muhammad Rifqi, Rafly Pasya, dan Agung Permana, tak jarang Pandawara Group mengajak masyarakat dan netizen untuk turut serta turun ke lapangan membersihkan sampah.

Kiprah kelima pemuda asal Bandung yang tergabung dalam Pandawara Group tersebut dimulai sejak pertengahan tahun 2022 lalu. Mereka awalnya sudah saling mengenal dari perkumpulan teman sekolah semasa SMA. Namun, terbentuknya Pandawara terjadi karena keresahan mengenai daerah yang mereka tinggali seringkali terdampak banjir yang diakibatkan oleh sampah menumpuk.

Sungai Watch

Sungai Watch terbentuk tak lepas dari pengalaman Gary dan adiknya, Sam Bencheghib. Abang adik itu membuat perahu dari sampah botol bekas pada 2017. Perahu tersebut digunakan untuk mengarungi Sungai Citarum, Jawa Barat, dan membersihkan sampah di sepanjang sungai berpredikat sungai terkotor di dunia.

Gery dan relawan Sungai Watch telah terbiasa menceburkan diri saat bersih-bersih sungai. Pria berdarah Prancis itu merintis komunitas Sungai Watch sejak 2020 karena ia terusik dengan masalah sampah di Bali. Gerakan bersih-bersih sampah di sungai itu menjadi salah satu cara Gary untuk menjaga tanah Bali. Nama Sungai Watch disematkan dengan tujuan agar masyarakat ikut mengawasi sungai.

Containder

Containder merupakan sebuah aplikasi yang bermula dari gerakan Papua Youth Creative Hub (PYCH) bersama Pemkab Biak. Aplikasi dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat agar bisa mengelola sistem persampahan melalui konten dalam aplikasi seperti seperti kontrol armada hingga kontrol TPS.

Containder juga menginisiasi “Aksi Bersih Sampah” yang sudah mengumpulkan 30 Ton sampah hanya dalam waktu satu bulan dan memiliki target sebanyak 150 Ton dalam waktu 5 bulan. Aplikasi ini bisa menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah. Terlebih, Indra membawa program pengumpulan sampah plastik 150 ton dalam waktu 6 bulan.

Pepelingasih

Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) merupakan organisasi pemuda yang diinisiasi dan difasilitasi Kemenpora yang diharapkan bisa menjadi wadah dalam pemberdayaan pemuda Indonesia agar memiliki peran dan kontribusi dalam memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya dalam hal penanganan sampah yang menjadi persoalan di daerah.

River Cleanup Indonesia

River Cleanup Indonesia memulai kegiatan bersih-bersih sungai untuk pertama kalinya di sungai Citarum, namun saat ini mereka juga fokus pada Sungai Cikapundung dan anak sungai yang hilirnya ke Sungai Citarum.

Komunitas ini tidak hanya terjun langsung membersihkan sampah di sungai, namun juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini juga diterapkan pada anak-anak dalam metode game dan story telling.

Clean Up Jakarta Day

Adalah Clean Up Jakarta Day, atau yang biasa disebut CUJD merupakan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan. Setiap satu tahun sekali, CUJD melakukan aksinya membersihkan sampah di puluhan titik lokasi yang tersebar di area Jakarta.

Komunitas yang didirikan sejak tahun 2013 ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta akan masalah pembuangan sampah sembarangan dan untuk mengubah pemikiran akan kepedulian mereka terhadap tempat tinggal penduduk Jakarta.

Sebenarnya banyak komunitas lain yang sangat peduli pada sampah, dan terus melakukan pergerakan-pergerakan dan program bersih-bersih lingkungan dari sampah di setiap daerah di Indonesia, namun tidak viral dan kurang mendapat exposure. Meski tanpa popularitas dengan adanya kesadaran pada pengelolaan sampah sudah membantu tiap daerah untuk peduli pada persoalan sampah yang harus terus dicarikan solusinya oleh pemangku kebijakan sebagai penanggung jawab di daerah tersebut. [Disarikan dari berbagai sumber, Foto: Media Indonesia, MNC Trijaya, DW, River Cleanup Indonesia]

Leave a Reply